Rasanya sungguh sangat berdosa sekali..
Berkali-kali berjanji, namun berkali-kali juga mengingkari..
Masturbasi atau onani, ya inilah penyakit yang selama ini menyiksa batinku..
Bagaimana tidak, pada saat ON banget nafsu yang berbicara, namun saat telah usai, ada perasaan menyesal..
Semua dalam ketidakpastian, dari satu sisi ingin menghindari, di sisi lain juga membutuhkan..
Kalau melihat dari sejarahnya, aku sudah merasakan adanya syhwat pada diriku kalau tidak salah pada saat masih kelas 4 atau kelas 5 SD, aku kurang ingat tapi yang jelas saat itu aku belum disunat..
Pertama kali adalah pada saat mandi dan ada air “pancuran” kemudian secara tidak sengaja mengenai “adikku”, lalu kurasakan ada sensasi yang mengenakkan sehingga aku mengulanginya lagi, namun aku belum tahu apa artinya rasa enak itu..
Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia, maka aku mulai tahu gambar-gambar porno yang dibeli oleh kakakku. Aku melihat secara diam-diam dan akhirnya ketagihan. Sungguh kedua orang tuaku dan juga kakak-kakakku tidak mengetahui bahwa aku telah melihat gambar yang tidak sepetutnya dilihat oleh anak seumuranku..
Tapi itu tidak menjadi masalah, aku pun masih bersikap sebagaimana anak-anak lainnya, tidak ada perubahan yang menonjol pada diriku, bahkan aku masih terlihat seperti anak “alim” dan cerdas..
Setiap kali setelah melakukakan onani, setelah itu pula aku merasakan penyesalan yang amat sangat, kemudian berusaha berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulanginya lagi. Kenapa menyesal, karena aku tahu bahwa ada yang salah dalam kebiasaanku ini(beronani), dari sudut pandang agama, pastilah tidak boleh hukumnya melihat gambar-gambar yang menimbulkan syahwat, padahal aku tidak bisa beronani kalau tidak ada gambar atau sejenisnya..
Sungguh aku ingin kekuar dari ini semua, karena sampai saat ini kebiasaan ini masih saja menghantuiku..
Oleh karena sebab itulah aku berani menulis di BLOG ini sebagai pengingat bahwa perbuatanku ini salah, aku harus segera memperbaikinya. Biarkan orang yang membaca ini tahu dan akhirnya aku menjadi malu karena aibku telah diketahui banyak orang dan aku tidak akan berani mengulanginya lagi..
Berbagai cara dan kesibukan telah aku coba, namun hasilnya mengecewakan, paling lama seminggu pasti aku akan tidak kuat..
Tapi insyaallah tekad ini sudah kuat, hanya mengharap masukan saja dari para sahabat sekalian agar saya bisa terbebas dari ketergantungan onani dan perasaan bersalah ini..
Ya Aku Pasti Bisa..
PASTI BISA
sumber: bocahbancar.wordpress.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

ceritanya sama banget kayak yg aku alami
BalasHapus