Selasa, 22 Desember 2009

Onani Setiap Hari

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Langsung saja Kak Nono, saya seorang pelajar berusia 18 tahun. Tahu kan, saya saat ini sedang dalam masa puber. Saya kecanduan melakukan onani, dan melakukannya tiap hari. Saya berharap ada jalan keluar atas permasalahan ini. Apa yang mesti saya lakukan agar bisa terhindar dari perbuatan tercela ini?
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
S di Kota S

Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
Onani adalah kegiatan seks yang banyak dilakukan kalangan pemuda. Banyak pandangan seputar masalah onani baik secara agama maupun kedokteran. Pengaruhnya berbeda antara satu orang dengan yang lain, baik secara fisik maupun kejiwaan. Motivasi orang melakukan onani juga bermacam-macam, mulai dari suka mengintip, menyaksikan gambar-gambar vulgar sampai karena keinginan untuk melakukan seks swalayan, karena tidak adanya pasangan atau untuk meredam syahwat yang meledak-ledak di dalam diri.

Kecanduan onani ini banyak terjadi di kalangan anak muda yang sedang berada di masa akil baligh dan belum menikah. Jika sudah melewati usia 20 an tahun tanpa pernah kecanduan onani, maka potensi kecanduan onani menjadi lebih kecil pada tahun-tahun berikutnya, karena syahwat berbeda-beda. Perhatian terhadap hal-hal lain menjadi bertambah, meski kecanduan terhadap onani ini terus berlanjut, pada sebagian orang yang sudah menikah.

Seksualitas yang muncul karena perasaan khawatir, tegang terkadang menimbulkan masalah kejiwaan. Onani bisa menimbulkan masalah yang sedang dan berat. Onani hanyalah upaya untuk menenangkan sesaat dan menipu syahwat. Di saat yang sama onani merupakan latihan kontinu dan teratur untuk memenuhi kebutuhan seks yang tidak dikehendaki. Sementara kebutuhan seks hanya terpenuhi oleh hubungan seks yang sempurna dan halal. Jadi, onani bisa menimbulkan masalah dari segi pelakunya ingin mengetengahkan solusi.

Memang benar bahwa seks merupakan obyek yang menonjol terlebih di masa remaja.Ini sesuatu yang normal dan sesuai dengan fase usia ini. Namun seks bukanlah satu-satunya yang harus mendapatkan perhatian. Jika menurut kita memalingkan seks pada usia seperti ini merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan tidak sehat, maka kita juga harus melihat bahwa perhatian pada masalah seks harus dalam kerangka ilmiah. Di sisi lain, membatasi diri untuk memikirkan masalah seks saja merupakan perilaku yang keluar dari batas normal. Islam tidak mengebiri seks, namun juga tidak membiarkannya tak terkendali layaknya nafsu binatang. Islam menyalurkan seks pada jalan yang paling baik dan menentramkan. Itulah jalan pernikahan. Tak ada cara lain dalam menyalurkan kebutuhan seksual kecuali di jalan tersebut.

sumber: majalah-elfata.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar