Seorang wanita berusia 30 tahun mengeluh ketika berhubungan dengan suami tidak dapat mencapai orgasme, bahkan suami ejakulasi lebih dahulu, sehingga terpaksa melakukan masturbasi sesudah berhubungan.
Ybs. beranggapan, kesulitan mencapai orgasme tersebut disebabkan oleh kebiasaan masturbasi yang hampir dilakukan setiap hari, sejak di bangku kuliah dan setiap kali masturbasi selalu disertai orgasme berkali-kali.
Kesulitan mencapai orgasme tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan kebiasaan onani, terbukti kepuasan tetap dapat dicapai, setelah melakukan masturbasi pasca berhubungan.
Tidak tercapainya orgasme saat berhubungan dengan suami lebih disebabkan oleh adanya kesenjangan antara hasil yang diinginkan (orgasme) dengan “kemampuan” yang dapat diberikan oleh suami. Belum lagi aktifitas masturbasi yang dilakukan sendiri memberikan rentang kendali yang lebih pasti dalam mencapai puncak dibanding hubungan yang melibatkan pasangan.
Sebaiknya hal tersebut di komunikasikan agar suami bersedia membantu sang istri mencapai puncak terlebih dahulu, baru kemudian dirinya. Namun jika hal tersebut malu untuk dibicarakan (berarti suami mengetahui kebiasaan masturbasi istri) maka tuntutan untuk selalu mencapai orgasme dapat diubah hanya sebagai pilihan (dapat diubah melalui terapi).
Tuntutan “harus” orgasme atau kecanduan orgasme tersebut, dapat disebabkan oleh adanya emosi yang terkunci pada peristiwa yang sangat nikmat seperti masturbasi setiap hari dan selalu orgasme berkali kali di masa lalu.
Selasa, 22 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Apakah artikel diatas berasal dari tulisan http://servoclinic.com/2009/02/10/kecanduan-orgasme/
BalasHapusJika ya, sebaiknya sumber tulisan dicantumkan !