Selasa, 22 Desember 2009

Bagaimana Upaya Hilangkan Kebiasaan Onani

Konsultasi bersama Al-Ustadz Haji Muhammad Jamhuri, Lc

Pertanyaan
Assalamualaikum Pak Muhammad tolong pertanyaan ini dijawab dan di balas ke email saya, setelah membaca artikel tentang onani saya jadi tahu ternyata onani itu haram, tapi yang jadi masalahnya saya telah memiki kebiasaan onani sejak kecil, berat sekali rasanya untuk berhenti pernah saya mencoba berhenti berkali-kali tapi gagal terus. saya sempat berpikir lebih baik saya menikah saja agar tidak terus-terusan dalam maksiat, namun semua itu terbantahkan karena orangtua saya belum mengizinkan saya menikah karena saya masih kuliah dan belum punya pekerjaan, saya ingin menjeaskan alasan saya menikah agar tidak onani lagi tapi saya malu. Saya bingung pak, setiap kali berusaha tobat suatu saat pasti keinginan itu muncul lagi dan terus berulang, saya benar-benar bingung. tolong rahasiakan email saya

Tertanda,
Joko
Pertanyaan senada juga disampaikan oleh Indra

Jawaban
Berusaha untuk selalu di jalan Allah dengan menghindari maksiat berupa onani adalah sifat terpuji. Jika usaha kearah itu dilakukan secara sungguh-sungguh, maka insya Allah, Allah akan membantunya dan memberikan jalan-jalannya. Sebagaimana firmana Allah SWT:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Salah satu cara untuk mencapai tujuan di atas adalah dengan memohon pertolongan Allah SWT agar diberi kekuatan untuk meninggalkan maksiat dan dapat beribadah sebaik mungkin kepada Allah SWT. Bukankah saat Muadzin mengumandangkan lafadz “Hayya ‘alas Sholah” (marilah melaksanakan sholat), kita menjawabnya dengan lafadz “Laa Haula wa Laa Quwwata illa billah” (tiada daya dan upaya kecuali milik Allah SWT)? Hal ini berarti kita tidak mempunyai kekuatan dan daya untuk memenuhi panggilan sholat kecuali dengan daya dan kekuatan dari Allah kepada kita untuk melaksanakannya. Oleh karena itu, Nabi saw saja masih memohon kepada Allah agar diberi pertolongan untuk dapat melaksanakan ibadah dan ingat kepada Allah dengan yang terbaik mungkin, dengan lafadz doanya:


اللهم أعني على ذكرك و شكرك وحسن عبادتك

“Ya Allah, bantulah aku untuk dapat mengingatMu, mensyukuri-Mu dan beribadah yang terbaik kepada-Mu”

Oleh karena itu, dalam usaha agar kita dapat meninggalkan kebiasaan tak terpuji, selayaknya, selain bertuabat, kita juga harus memohon bantuan dan pertolongan Allah agar kita terhindar dari kebiasaan buruk tersebut.

Upaya lain yang dapat menghilangkan kebiasaan buruk berupa onani adalah dengan cara berpuasa. Sebab puasa akan mengurangi berlebihnya syahwat. Rasulullah saw bersabda:


يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai sekalian para pemuda, jika engkau telah mempunyai kemampuan, maka hendaklah menikah, karena menikah itu dapat memelihara pandangan dan membentengi kemaluan (dari berbuat maksiat). Dan jika tidak mempunyai kemampuan (menikah), maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu adalah benteng” (HR: Muslim)

Upaya lain yang mungkin bisa dilakukan untuk menghindari dari perbuatan buruk onani dengan cara menyibukkan diri dengan berbagai aktifitas. Jika Anda seorang mahasiswa, maka aktiflah dengan mata kuliah Anda, belajar dan meneliti sungguh-sungguh mata kuliah Anda, rajinlah menghabiskan waktu di perpustakaan, aktif dan bergabunglah dengan organisasi intra dan ektra kampus, terutama organisasi yang bernuansa Islami. Dengan menyibukkan diri pada kegiatan studi, penelitian dan aktif di kegiatan organisasi itu, maka pikiran-pikiran untuk melakukan kebiasaan buruk tersebut akan berkurang.

Selain itu, rajin berolah raga pun akan membantu menghilangkan pikiran-pikiran buruk, karena fisik dan sel-sel tubuh kita terbakar dengan aktif berolah raga.

Selain itu juga, hal terpenting yang bisa kita lakukan adalah dengan sering mengingat Allah dan hari qiyamat di mana pun kita berada. Karena dengan begitu, kita akan takut pada Allah yang selalu melihat kita, baik di tempat terbuka maupun di tempat tersembunyi. Mengingat akhirat (hari qiayamat) dapat mengurangi keinginan melampiaskan nikmat hawa nafsu sesaat. Karena kenikmatan abadi hanya ada di akhirat. Bayangkan jika di sana kita malah masuk neraka gara-gara kemaksiatan yang kita lakukan di dunia. Saking pentingnnya mengingat dan beriman kepada Allah dan hari akhirat, hingga Allah sering menyebut berkali-kali kalimat:

بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“(beriman) kepada Allah dan hari akhir”

Demikian jawaban saya, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshowab

sumber : http://www.muhammadjamhuri.blogspot.com/

1 komentar: